Definisi PACARAN? PACARAN islami?ADAKAH?

24 06 2007

ternyata belum ada definisi pacaran yang pasti ya?
smuanya bikin definisi masing2.
klo gitu jangan sampe ada yang maksain definisi pacaran ke semuanya.
atau men-judge seperti ini, “yang jelas pacaran itu GAK BOLEH…mau gimana lagi…GAK BOLEH…”

—- stop, mohon baca PELAN-PELAN —-

boleh kan aku bikin definisi sendiri?
bagi aku pacaran itu cuma komitmen. komitmen yang bagi aku levelnya sedikit di bawah tunangan (WOOOOHH..)
kedua-duanya berarti bahwa “kita saling memiliki”, bedanya yang satu “resmi” yang satunya lagi kagak.
pacaran itu bagi aku, ketika kita bilang sayang/cinta ke seseorang, dan seseorang itu juga sayang/cinta sama kita.
di sanalah letak senangnya! ketika kita tau bahwa orang yang kita sayangi ternyata juga sayang sama kita.

perasaan cinta itu fitrah manusia, akan ada saatnya perasaan cinta itu datang, klo gak ada cinta bukan manusia namanya.
mencintai seseorang lawan jenis adalah tidak terlarang dalam Islam.

jangan munafik, pura-pura gak tau, tentu yang aku bicarakan di sini scope-nya adalah hubungan antara laki2 & perempuan yang bukan muhrim.
jadi jangan sampe ada pertanyaan,
“nah, klo kakak bilang sayang sama adeknya apakah itu pacaran?”
fiuh..

ketika ada perasaan cinta masa harus ditahan-tahan? yang kayak gini nih yang bikin gak konsentrasi hidup.
mau sholat inget, mau makan inget, mau blajar inget, sampe pada akhirnya si “dia” pacaran atau merit dengan orang lain karena “dia” gak tau klo kita sayang “dia”. mau nangis? bikin film aja sana.

klo ada yang bilang pacaran itu:

– mo ngapa2in ijin dlu

– pasti be-dua-dua-an

– bisa jadi pegang2an tangan

– nginep di rmh or kos pacar

– bisa jadi lebih lagi

smua itu sih tergantung individunya masing2…!

kita bisa kok pacaran tanpa melakukan hal2 tersebut di atas.
knapa aku bilang “kita bisa”, karena aku sendiri pernah bisa.

ketika kita bisa temenan dengan orang yang kita sayangi, artinya kita juga bisa PACARAN DENGAN CARA YANG SAMA.
bedanya, klo temenan belum ada pernyataan cinta, sedangkan pacaran sudah ada pernyataan cinta dari kedua belah pihak.
sekali lagi seperti yang udah aku bilang di atas, di sanalah letak senangnya, ketika kita tau bahwa orang yang kita sayangi ternyata juga sayang sama kita.

ketika pada prosesnya poin2 di atas terjadi (be-dua-dua-an, pegang2an, dll), kan bisa saling mengingatkan. jangan melanggar komitmen.

memang sih ketika pacaran ada gak enaknya. ambil aja contoh yang udah pasti, seperti rasa cemburu atau bahkan patah hati karena putus cinta ) ah itu sih wajar.. rasa sakit yang didapat setidak-tidaknya sebanding dengan perhatian atau rasa senang yang kita dapatkan selama pacaran.
ritme hidup seperti itu akan membuat hidup kita lebih berwarna, gak monoton, sedikit demi sedikit kita akan belajar menjadi dewasa.

aku mohon, jangan dulu menjelek-jelekkan orang yang pacaran.

untuk pegang-pegangan, cium-ciuman, bahkan ML skalipun gak harus pacaran kan?

aku sering tuh liat temen berdua2an, aku sering juga liat temen2 aku boncengan.
aku yakin, beberapa di antara yang baca thread ini pun pasti sering berdua-duaan atau boncengan dengan temennya.
klo sama temen gpp kali ya? apalagi karena kondisi saat itu yang “mendukung” kita untuk berduaan atau boncengan.
TAPI KOK KETIKA STATUSNYA PACARAN, HAL ITU DIKATAKAN HARAM?? JADI DOSA??


Aksi

Information

6 responses

16 07 2007
M Shodiq Mustika

Pendaftaran Top Posts periode Mei-Juni 2007 telah dibuka. Postingan Anda yang tertayang pada Mei-Juni 2007 bisa Anda daftarkan di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/

23 11 2007
mawar merah

Salah satu definisi pacaran islami adalah “bercinta sebelum khitbah”. Begitulah definisi dari Abu Syuqqah seperti yang diungkap di http://pacaranislami.wordpress.com/cinta-pra-khitbah/

23 11 2007
hanafi

pacaran pacaran aja, jangan diatas namakan islam dunks.

(taken from “gue never die”)

23 11 2007
junior

dari tulisan anda saya tangkap, bahwa pacaran adalah komitmen antara dua orang insan yang berlainan jenis dengan mengungkapkan perasaan satu sama lain. saya jadi muncul pertanyaan kenapa hanya pada satu orang? padahal kita ini harus saling mencintai satu sama lain dengan tidak memprioritaskan satu orang saja kecuali sudah berkeluarga. dan juga muncul pertanyaan kenapa menyatakan cinta itu harus menjadi kekasihnya? yang akhirnya terjerumus pada berdua-duaan di tempat sepi, bagi saya pacaran itu selingkuh sebelum menikah. sebsb kita belum tahu apa benar si dia adalah jodoh kita. mungkin ada beberapa teman yang berpendapat bahwa dengan pacaran kita bisa menyelami pribadi masing – masing. menurut saya tidak harus menjadi pacarnya kan? kita bisa menjadi sahabat untuk si dia. saya juga beranggapan bahwa pacaran itu lebih didasarkan pada nafsu belaka. wallaahu ‘alam bi showaab.

10 04 2008
wahyukresna

gak ada pacaran dalam islam Mas! pacaran cuman akan menjerumuskan kita kedalam liang zina., Rasul saja melarang kita mendekati zina! apa2 yang dilarang Rasul maka tinggalkanlah… bersabarlah…

3 12 2009
abdul

jangan pernah mengatakan ada pacaran dalam islam…karena pacaran itu adalah aktivitas bercintaan yang dilakukan sebelum pernikahan yang diharamkan oleh agama islam………….
jika kamu berani mengatakan ada pacaran dalam islam,kamu jawab pertanyaan dibawah ini:
1.apa enaknya pacaran???
2.apa saja yang dilakukan ketika pacaran??
3.kalau memang cinta,kenapa bisa putus???
4.apakah ada hukum yang lebih baik dari hukum ALLAH???

syukran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: