Siapa Yg berhak Mengkafirkan?

24 06 2007

Siapa Yg berhak Mengkafirkan?

Sabtu, 19 Mei 2007 @ 16:12 WIBDiari

Post by Nurcholis 02523212 on http://www.klasiber.net

Assalammualaikum Wr.Wb.

Yang menjadi pertanyaan adalah,
SIAPA YANG BERHAK MENENTUKAN KAFIR TIDAKNYA SESEORANG ???

Berikut sedikit dalil yang berhubungan dengan kekafiran seseorang (referensi ini saya ambil dari pihak yang merasa di kafirkan, jika ada kesalahan dalam penulisan dalil mohon di ingatkan)

“Sesungguhnya orang-orang yang
kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud
memperbedakan antara Allah dan rasul-rasul-Nya dengan
mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian (dari
rasul-rasul itu), dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain), serta
bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (lain) di
antara yang demikian (iman atau kafir). Merekalah orang-orang
kafir yang sebenar-benarnya.”
(4:150-151)

“Siapa pun yang shalat seperti
aku dan menghadapkan wajahnya ke kiblat kita dan
makan binatang sembelihan kita, maka ia adalah muslim dan
berada di bawah perlindungan Allah dan rasul-Nya. Maka
janganlah mengkhianati Allah dengan mengkhianati
orang-orang yang berada di dalam perlindungan-Nya.” (H. R.
Bukhari)

“Barangsiapa memanggil atau
menyebut seorang itu kafir atau musuh Allah padahal sebenarnya
bukan demikian, maka ucapannya itu akan kembali
kepada orang yang mengatakan [menuduh] itu.” (Keterangan
ini diambil dari kitab Bukhari,dengan penjelasan seperlunya)

“Seorang muslim adalah orang
yang tidak merugikan muslim lainnya dengan lidah maupun
dengan kedua tangannya.” (H. R.Bukhari)

Dari fenomena yang ada saat ini banyak kan para ulama-ulama yang saling kafir mengkafirkan, dan ini juga yang bikin umat islam terpecah belah gak ada kekuatan…malahan hanya karena melakukan apa yang mereka sebut bid’ah maka ia dikafirkan (padahal belum tentu)…

Segini aja dulu, monggo yang lebih tau kasih masukan…tanggapan juga gpp deh
———————————————————————–


Aksi

Information

2 responses

2 07 2007
Herianto

Sumber2 Islam harus difahami secara integral (kaffah), seimbang (tawazzun) dan adil.
Yang jadi masalah adalah ketika kita masih dalam proses mencari Kebenaran lalu mencoba membuat fatwa seperti kafir meng-kafirkan itu…
Jika ayat2 al-Quran hanya dilihat dari sejumlah ayat, kita akan condong ke ayat yg lunak2 atau condong ke ayat yg keras2 aja …
Jika niat baik mencapai Kebenaran didekati dengan akal saja, dengan realita saja, dengan ikutan saja, dengan emosional saja, dengan amal saja, dstnya … maka yg ketemu ketimpangan
Ada kelompok yg sedemikian literal (kolotis, konservartif, salafy) dan ada yg sedemikian kontektual (akalis, akal2an, liberal, sekuler), dan ada yg moderat (…… kayak saya, ssst)🙂

Udah ah ntar dikira banyak tahu lagi…

#Tampilan barunya ini kayak kelompok underground, kurang bagus… wADDUH saya kok jujur banget ya … #

3 07 2007
Wahyu

wekwkwkaakakkaak ya nanti di libur minggu depan saya ganti pak! saya lagi sibuk kuliah je!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: