Sekilas Tentang Over Clock

30 07 2007

Apa itu Overclocking?

Overclocking bukanlah istilah teknis yang resmi, overclocking merupakan istilah populer komputer dalam bahasa Inggris. Overclocking terdiri atas 2 kata utama yaitu “over” dan “clock

Over” dalam kamus bahasa inggris berarti “di atas” atau “melampaui”, sedangkan “clock” menyatakan clock crystal yang mengontrol kecepatan prosesor. Maka overclock berarti melampaui kecepatan clock.

Secara lengkap istilah overclocking prosesor berarti mengoperasikan prosesor pada kecepatan melampaui kecepatan standar. Jika ada overclock maka juga ada istilah underclock, underclock memiliki arti yang berlawanan dengan overclock, yaitu mengoperasikan prosesor pada kecepatan yang lebih rendah. Tidak ada manfaat yang dapat diperoleh dari underclock, maka dapat dipastikan tidak ada user yang melakukan underclock terhadap prosesor komputernya.

Mengapa dilakukan?

Overclocking adalah upaya yang dilakukan dengan tujuan memaksimalkan/meningkatkan kecepatan kinerja sistem komputer dengan cara meningkatkan multiplier atau bus speed.

Dengan meningkatkan multiplier atau bus speed atau keduanya akan menghasilkan CPU clock speed yang lebih tinggi, dengan naiknya CPU clock speed maka kecepatan kerja prosesor juga meningkat. Selain itu dalam overclocking perlu dicapai suatu sistem komputer yang tetap stabil dan aman dalam arti tidak mengalami crash atau hang saat digunakan.

Jawaban utama mengapa overclocking dilakukan adalah untuk mendapatkan peningkatan kecepatan kerja prosesor, tetapi ada beberapa alasan yang lebih spesifik, antara lain:

  • Memperoleh peningkatan kecepatan kinerja sistem komputer secara permanen tanpa biaya atau dengan biaya minimal yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan membeli prosesor baru.
  • Sebatas hanya mencoba kemampuan komputer.
  • Mencoba mengetahui seberapa besar peningkatan yang diperoleh sebelum memutuskan untuk mengganti prosesor dengan kecepatan yang lebih tinggi dan sama tipenya. Misalnya meng-overclock Pentium 75MHz ke 90MHz sebelum mengganti prosesor lama (Pentium 75MHz) dengan Pentium 90MHz yang sesungguhnya.
  • Memperpanjang usia pemakaian prosesor lama sebagai upaya menghemat biaya, sebelum membeli prosesor baru.
  • Memperpanjang usia pemakaian prosesor lama sambil menunggu jenis prosesor baru diluncurkan/diproduksi.
  • Yang terakhir adalah untuk memperkirakan kemampuan prosesor yang akan diproduksi kemudian dalam versi kecepatan yang lebih tinggi, overclock prosesor dengan tujuan ini biasanya dilakukan dalam waktu singkat dan sangat ekstrim (peningkatan kecepatan sangat jauh). Overclock tersebut juga bertujuan untuk mengetahui batas maksimal (margin) kemampuan suatu prosesor jika di-overclock. Kecepatan yang dicapai tentu saja dibatasi oleh kemampuan prosesor, motherboard dan komponen pendukungnya. Sebagai contoh adalah meng-overclock Pentium II 233MHz ke 333MHz (peningkatan 100MHz). Overclock ini banyak dilakukan oleh para user maupun hardware tester yang kemudian dipublikasikan di Internet.

Overclocking bukan cara yang terbaik untuk mendapatkan peningkatan kecepatan kerja sistem komputer, karena cara termudah adalah membeli dan mengganti prosesor dengan yang baru atau menggunakan prosesor overdrive. Seperti telah disebutkan diatas overclocking dilakukan untuk memperoleh peningkatan performa/kinerja sistem komputer secara keseluruhan dengan biaya minimal atau bahkan tanpa biaya sama sekali karena hanya memerlukan sedikit pengubahan konfigurasi pada motherboard agar sistem komputer dapat beroperasi lebih cepat. Pada kasus lain memerlukan beberapa komponen tambahan berupa pendingin untuk mengatasi masalah panas.

Mengapa prosesor dapat di-overclock?

Harus ada alasan mengapa sebuah prosesor dapat di-overclock. Tentunya sebuah prosesor tidak sejak awal dirancang untuk dapat di-overclock karena hal tersebut merugikan pabrik pembuatnya.

Penyebab prosesor dapat di-overclock adalah karena pabrik pembuat prosesor memberikan label produknya dengan kata “certified for” bukan “designed for”. Kondisi inilah yang memungkinkan overclocking dilakukan pada prosesor. “Certified for” menyatakan kemampuan prosesor untuk beroperasi pada kecepatan tersebut, sedangkan “designed for” menyatakan pengkhususan kecepatan prosesor hanya untuk kecepatan tersebut.

Sebagai contoh: sebuah prosesor Intel Pentium yang oleh pabrik dinyatakan “certified for” 166MHz, berarti prosesor tersebut terbukti dan diakui mampu beroperasi pada kecepatan 166MHz, sedangkan bila oleh pabrik prosesor Intel Pentium dinyatakan “designed for” 166MHz maka prosesor tersebut dibuat untuk beroperasi hanya pada kecepatan 166MHz saja.

Standar kualitas yang tinggi diutamakan oleh pabrik sebelum produknya dilepas, ini disebabkan oleh persaingan yang ketat antar pabrik pembuat prosesor PC, selain itu dengan memproduksi prosesor berkualitas tinggi akan menimbulkan “http://students.ukdw.ac.id/~22971792” yang baik terhadap pabrik tersebut. Sebelum dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab prosesor dapat di-overclock, baca proses pembuatan prosesor PC.

Terkadang prosesor tersebut dibuat pada die yang sama dengan die prosesor lain pada kelasnya yang memiliki kecepatan lebih tinggi.

Sebagai keterangan tambahan perlu dijelaskan bahwa tidak tiap pabrik prosesor melakukan hal seperti yang akan dijelaskan berikut. Lebih spesifik penjelasan berikut didasarkan pada kenyataan yang terjadi pada pabrik prosesor Intel. Pabrik selalu membuat desain prosesor untuk mampu beroperasi pada kecepatan tertinggi, setelah selesai dibuat tiap-tiap prosesor dites untuk melihat apakah prosesor tersebut beroperasi dengan baik pada kecepatan spesifikasi awal yang diberikan. Jika prosesor tersebut menunjukkan indikasi tidak beroperasi pada 100% kecepatannya, maka prosesor tersebut dites ulang dengan kecepatan yang lebih rendah, demikian seterusnya sampai prosesor tersebut lolos tes. Prosesor tersebut kemudian diberi tanda/label sesuai kecepatan hasil tes yang berhasil dilalui. Dipercaya bahwa ketika pabrik melakukan tes prosesor mereka memberi label prosesor pada 1 tingkat kecepatan yang lebih rendah daripada hasil tes yang dilalui, hal ini dilakukan untuk lebih menjamin kehandalan kerja prosesor. Sebagai contoh sebuah prosesor yang lolos tes pada kecepatan 200 MHz akan diberi label 166 MHz. Artinya sebuah prosesor 166 MHz pada komputer telah disertifikasi (“certified for”) oleh pabrik mampu untuk beroperasi pada kecepatan 166 MHz, bahkan pada kondisi yang sangat ekstrim. Kondisi ekstrim yang dimaksud adalah temperatur atau suhu yang tinggi (diatas 60° C), jangkauan perubahan tegangan yang lebar(tidak stabilnya arus listrik sumber), penggunaan operasional secara terus-menerus (beberapa tahun non-stop), dan cara pemakaian lain yang berat.

Perlu dipertanyakan mengenai perbedaan clock speed resmi antara prosesor-prosesor Pentium. Contohnya adalah Pentium 150 dan Pentium 166. Keanehan ada pada perbedaan penggunaan tipe tegangan. Pentium 150 menggunakan tegangan standar, sedangkan Pentium 166 menggunakan tegangan VRE. Padahal kenyataan yang ada adalah Pentium 150 dapat beroperasi pada 166MHz hanya dengan mengubah tipe tegangan dari standar menjadi VRE. Dapat disimpulkan bahwa Intel menjual Pentium 166 dengan label Pentium 150 hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pada akhir tahun 1997 ada isu bahwa perusahaan Intel memberi label prosesor kecepatan tinggi dengan kecepatan yang lebih rendah, ini dilakukan ‘hanya untuk’ memenuhi permintaan pasar, pelabelan ulang ini dilakukan pada Pentium MMX 200MHz menjadi Pentium MMX166MHz karena permintaan Pentium MMX166 MHz yang tinggi sementara prosesor tersebut tidak lagi diproduksi. Isu tersebut mungkin benar mungkin juga tidak, tetapi tidak ada cara yang tepat untuk membuktikannya karena Intel tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi.

Lalu apa perbedaan antara sebuah prosesor Intel Pentium MMX 166MHz dengan MMX 200Mhz?

Sebenarnya yang membedakan arsitektur desain prosesor adalah ukuran transistornya, sebuah prosesor 0,25mikron lebih cepat dan dingin daripada 0,35mikron. Antara MMX 166MHz dengan 200MHz menggunakan ukuran transistor yang sama yaitu 0,35 mikron. User hanya dapat mempercayai spesifikasi yang diberikan pabrik pada produknya. Jika diberi label 166MHz berarti memang dapat beroperasi optimal pada 166MHz, dan tidak menutup kemungkinan dapat beroperasi pada 200MHz. Tidak tertutup kemungkinan bahwa Intel akan melakukan hal yang sama untuk prosesor-prosesor lain di masa datang.

Dengan adanya ‘selisih’ batas toleransi atau margin yang dilakukan pabrik untuk komponen prosesornya, maka dalam kondisi yang ideal adalah mungkin untuk “memaksa” komponen pada prosesor untuk kecepatan yang lebih tinggi daripada tingkat yang telah diberikan oleh pabrik. Kondisi ideal yang dimaksud adalah pendinginan yang baik, power supply yang berkualitas dan cukup, motherboard dan memori yang berkualitas tinggi, dsb. Keterangan selanjutnya terdapat pada bagian faktor-faktor yang mempengaruhi hasil overclocking.

Proses memaksa komponen prosesor untuk bekerja pada kecepatan yang lebih tinggi dari tingkat yang diberikan pabrik kemudian dikenal dengan istilah “overclocking“. Berdasarkan keterangan diatas maka disarankan untuk meng-overclock kecepatan prosesor satu tingkat lebih tinggi karena ini sama saja mengembalikan kecepatan prosesor pada kecepatan sesuai dengan hasil tes yang dilaluinya (hanya berlaku untuk prosesor Intel), dalam batas itulah overclocking dianggap aman.

Sebelumnya perlu ditekankan bahwa tidak setiap sistem atau konfigurasi komputer mampu beroperasi lebih cepat dari sebelumnya dengan overclocking. Penyebabnya adalah karena sistem tersebut telah dimaksimalkan sebelumnya oleh pabrik atau toko penjual komputer agar dapat bersaing. Pabrik/toko tersebut biasanya menggunakan motherboard, memori, power supply yang berkualitas rendah sehingga bisa menekan harga penjualan. Berarti pada komputer tersebut sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan overclocking. Jika dipaksakan dimungkinkan kerja sistem komputer akan terganggu atau terjadi kerusakan permanen. Selain itu overclocking tidak disarankan untuk dilakukan pada komputer/PC built-up rakitan pabrik. Mengapa? Pabrik perakit PC Built-up memiliki desain komponen seperti motherboard, memori, vga, monitor tersendiri maka komponen-komponen tersebut juga didesain khusus untuk masing-masing tipe-tipe prosesor yang digunakan, komponen-komponen dalam PC diberi label/segel khusus untuk memastikan PC tersebut tidak ‘diutak-atik’ oleh user atau pihak lain. PC Built-up juga jarang menyertakan buku manual motherboard dan komponen-komponennya yang spesifik bagi pembeli. Buku manual sangat diperlukan untuk melakukan overclocking. Tanpa buku overclocking yang dilakukan adalah dengan cara ‘coba-coba’ yang sangat beresiko, selain itu garansi yang diberikan oleh pabrik akan hilang jika label/segel resmi yang diberikan rusak.

Apakah aman?

Pertanyaan inilah yang paling sering muncul pada diskusi-diskusi tentang overclocking, belum ada jawaban yang pasti mengenai pertanyaan ini. Maka salah satu tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara yang relatif aman untuk melakukan overclocking. Salah satu pertanyaan yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan overclocking adalah “mampukah membeli prosesor baru jika prosesor yang di-overclock rusak?”, pertanyaan ini harus selalu dipertimbangkan baik-baik bahkan jika prosesor yang telah di-overclock terlihat beroperasi dengan baik pada kecepatan barunya.

Yang banyak dipercaya saat ini adalah overclocking itu tidak aman, tetapi sekali lagi dengan mengetahui teknik yang benar dan melakukan berbagai pencegahan maka terbuka kesempatan untuk melakukan overclocking tanpa “membakar” prosesor yang digunakan.

Efek overclocking?

Overclocking mempunyai resiko yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem komputer karena mencoba untuk mengoperasikan sistem komputer lebih cepat dari spesifikasinya. Kerusakan ini dapat berupa kerusakan pada komponen atau data corruption. Jika belum pernah mengetahui atau mengalami sebelumnya, lakukan backup data-data penting terlebih dahulu atau agar data-data tersebut aman. Lebih baik lagi jika percobaan overclocking dilakukan dengan menggunakan hard disk cadangan yang tidak berisi data-data penting.

Overclocking akan memperpendek usia kerja prosesor, seberapa lama tidak diketahui, tetapi itu semua tergantung pada sejauh mana overclocking itu dilakukan.

Prosesor dapat rusak sehingga disebut mengalami electromigration. Electromigration terjadi pada chip silikon prosesor dalam area yang beroperasi pada suhu yang sangat tinggi, electromigration dapat menyebabkan kerusakan permanen pada prosesor. Electromigration tidak secara langsung merusak prosesor, electromigration adalah proses yang lama, sehingga dapat juga dikatakan electromigration memperpendek usia pakai prosesor. Dimisalkan usia normal sebuah prosesor kurang lebih adalah 20 tahun kerja. Tetapi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat, maka sebelum 10 tahun dapat dipastikan user telah mengupgrade atau bahkan membeli komputer baru.

Jika ingin terhindar dari electromigration maka satu hal yang penting untuk dilakukan adalah menjaga suhu prosesor agar tetap berada pada suhu operasi yang normal. Cara yang dapat diterapkan antara lain adalah dengan menggunakan pendingin heatsink dan fan yang baik, jika tingkat overclock yang dilakukan cukup tinggi maka sebaiknya menggunakan heatsink dan fan yang lebih besar, atau menggunakan peltier cooler, menggunakan thermal grease, dan membuat sirkulasi udara yang baik pada casing CPU.

Ada kemungkinan munculnya masalah yang tidak terlihat sebelum akhirnya terlambat diketahui. Sebuah contoh adalah ketika proses perhitungan 2+2 menghasilkan 5, keadaan ini menunjukkan prosesor sudah rusak. Karena itu, tidak disarankan untuk melakukan overclocking pada lingkungan kerja yang penting (database & programming).

Resiko sistem komputer mengalami crash atau hang semakin tinggi ketika prosesor di-overclock. Tidak seorangpun ingin sistem komputernya crash atau hang, apalagi bagi pada lingkungan profesional bisnis, mencegah sistem crash atau hang sangatlah penting.

Seputar overclocking

Prosesor dirancang untuk beroperasi pada suhu antara -25° C hingga 80° C. Sebagai gambaran pada suhu 80° C dengan tangan telanjang seseorang tidak mampu memegang prosesor lebih dari 1/10 detik.

Prosesor Intel adalah yang paling unggul dan “kuat” untuk di-overclock. Bagaimana overclocking pada prosesor Cyrix, IBM, dan AMD? Cyrix, IBM, dan AMD selalu dibelakang Intel dalam hal kualitas dan kinerja. Maka Cyrix, IBM, dan AMD berusaha mengejar dengan menjual prosesor-prosesor pada spesifikasi tertingginya pada harga yang kompetitif, prosesor-prosesor tersebut diusahakan untuk beroperasi pada clock speed tercepatnya, ini adalah salah satu alasan mengapa prosesor-prosesor mereka lebih panas dari prosesor Intel. Jangkauan overclocking yang dapat dilakukan pada prosesor Cyrix, IBM, dan AMD kecil, karena prosesor-prosesor tersebut telah dipaksa untuk bekerja pada kecepatan tertingginya, dapat dikatakan prosesor-prosesor tersebut telah di-overclock oleh pabriknya. Bahkan untuk mendinginkan prosesor dalam keadaan normal belum teroverclock pun cukup sulit. Maka mungkin adalah lebih baik untuk membeli prosesor Intel kemudian meng-overclocknya daripada membeli prosesor Cyrix, IBM, atau AMD dengan harga yang lebih rendah pada tingkat kecepatan yang sama.

Hindari prosesor remark. Remark dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan hanya menginginkan keuntungan saja. Remark prosesor banyak dilakukan pada prosesor produksi Intel, karena selain produk Intel paling laku dan terkenal, kualitasnya juga paling baik sehingga dapat menutupi hasil remark yang dilakukan. Salah satu kasus yang terungkap terjadi di Eropa pada razia tanggal 26 November 1997 yang berhasil menemukan jutaan prosesor remark. Praktek remark dilakukan dengan menghapus label resmi prosesor Pentium 133MHz menjadi 166MHz. Para pemilik prosesor Pentium 166MHz hasil remark ternyata tidak mengetahui dan merasakan hal ini. Apa yang dilakukan Intel terhadap aksi remark ini? Menurut sumber, Intel tidak begitu mempermasalahkan praktek remark pada prosesor mereka, mengapa? Mereka membiarkan praktek itu terjadi selama prosesor-prosesor Intel tetap laris. Bahkan beberapa berita pengungkapan kasus ini berusaha “ditenggelamkan”. Apa yang bisa dilakukan user untuk menghindari pembelian prosesor remark? Hanya ada satu cara, yaitu membeli prosesor tersebut dari agen-agen bersertifikat resmi dari pabrik prosesor.

Overclock, tentu sudah pernah Anda dengar. Per definisi artinya adalah menjalankan komputer pada kecepatan clock lebih tinggi dari spesifikasinya, menurut Wikipedia overclock artinya menjalankan sebuah komponen komputer diatas dari clock rate dari yang seharusnya. Misalnya Duron 600MHz dijalankan pada clock 1080MHz. Overclock memang menjadi keasyikan tersendiri bagi penggemar komputer. Dengan sistem minimal, pengguna berusaha kreatif untuk mencari, bagian mana pada sistem yang masih bisa dioptimalkan, dengan tambahan biaya dan periferal seminim mungkin. Meski terdengar berbahaya, tapi jika Anda melakukan overclock dengan hati-hati dan tidak bernafsu maka resikonya akan kecil sekali.

Untung Rugi Overclock


Keuntungan overclock jelas, PC dapat bekerja lebih cepat. Tapi juga ada risiko untuk langkah ini. Yang paling ringan adalah CPU tidak mau bekerja alias hang. Yang paling pahit, chip prosesor rusak permanen akibat suhu prosesor yang terlalu tinggi. Prosesor yang bekerja pada suhu yang tinggi ini dapat berkurang umurnya, yang memang didesain untuk bertahan kurang lebih selama kurang lebih 10 tahun. Namun, orang yang iseng barangkali telah mengepak komputer yang dipakainya sepuluh tahun lalu dalam sebuah kotak kaca dan dipajang di kamar pribadi atau ruang kerja sebagai peninggalan sejarah.Maka pertimbangkan! Apakah dalam 10 tahun ke depan Anda tidak ingin mengganti prosesor yang sekarang Anda pakai? Apakah Anda yakin pada saat itu prosesor Anda masih bisa digunakan untuk aplikasi masa depan? Jika memang Anda tidak akan memakai prosesor tersebut sepuluh tahun mendatang, mengapa tidak mencoba overclock saja? Untuk mengatasi masalah suhu, harus dilakukan usaha pendinginan. Pendinginan inilah yang akan menjadi perhatian utama kita dalam overclock. Beberapa tahun yang lalu, overclock biasanya hanya memaksa prosesor bekerja pada clock speed satu level di atasnya, misalnya Pentium 120MHz ke 133MHz. Tapi sekarang, dengan berkembangnya bus speed pada motherboard, anda juga dapat menggeber clock dan bus speed.CPU Clock dan BUS Clock


Pada overclock ini, penting untuk mengetahui konsep tentang CPU clock dan bus clock. CPU clock adalah sinyal clock di dalam CPU, termasuk prosesor. CPU clock inilah yang sering disebut pada spesifikasi prosesor. Contohnya Pentium 4 2,4GHz. Artinya, prosesor tersebut mendapat jatah CPU clock 2,4GHz. Clock artinya bukan arloji atau jam. Di sini maksudnya adalah sinyal yang digunakan oleh prosesor untuk memicu terjadinya suatu proses.

Anda bisa menggunakan software gratis CPU-z atau Central Brain Identifier untuk medeteksi CPU clock.

Lebih jelasnya begini. Andaikan sebuah prosesor akan melakukan proses penjumlahan, yang dilakukan pertama kali adalah mengambil data dari memori. Tapi penjumlahan tidak bisa langsung dilakukan, karena menunggu sinyal clock, yang analog dengan pemicu pistol. Semakin tinggi frekuensi clock/clock speed, semakin banyak sinyal picu/trigger yang disediakan dalam satu periode tertentu, sehingga akan semakin banyak proses yang dapat dipicu pada periode tersebut. Misalkan PC Pentium 4 2,4GHz. Prosesor ini memiliki frekuensi clock 2400 juta sinyal per detik. Andaikan untuk sebuah proses penjumlahan memerlukan 1 buah sinyal clock, maka dengan prosesor Pentium 4 2,4GHz, dapat dilakukan maksimal 2400 juta kali proses penjumlahan.

Prosessor AMD sejak AthlonXP mulai menggunakan model number yang mengidentifikasikan performance rating dari prosesor bersangkutan. Sebagai contoh AthlonXP dengan model number 2000+ sebenarnya mempunyai clock efektif sebesar 1,67GHz namun setara dengan prosesor lain berkecepatan 2GHz.

Bus clock sendiri merupakan clock yang terjadi pada jalur data (bus) di motherboard. Bus ini analog dengan jalan raya, yang akan dilewati bit-bit data, di mana data analog dengan mobil di jalan raya. Bus clock akan menjadi panduan saat transfer data antar komponen melalui bus. Contohnya, transfer data dari dan ke RAM atau harddisk akan melalui bus, dan akan dipicu oleh bus clock. Bus yang ada dalam motherboard biasanya memiliki clock standar. PCI, misalnya, clock speednya adalah 1/2 bus clock, jadi clock standarnya 33MHz. Sedangkan AGP, clock standarnya 66MHz. Jika bus-bus tersebut digeber di atas clock standarnya dan ternyata periferal yang terhubung tidak mampu bekerja di atas clock standar, maka sistem tidak dapat bekerja normal. Resep pertama untuk melakukan overclock adalah Anda harus sudah paham kerja sebuah komputer dan mengenali komponen-komponennya.

Tipe Overclock


Hubungan antara CPU clock dan bus clock dijalin oleh sebuah pengali/multiplier. Secara sederhana,

CPU Clock = Bus Clock * Multiplier. Misalkan, AMD AthlonXP 2000+ dengan clock speed standarnya yaitu 1666MHz adalah hasil perkalian bus clock 133MHz dengan multiplier 12,5 (dua belas setengah). Pentium 4 2,4GHz adalah perkalian bus 200MHz dengan multiplier 12. Bisa juga perkalian bus clock 266MHz dengan multiplier 9. Lho, kan jadinya 2,394GHz (2394MHz)? Memang, ada pembulatan agar menjadi angka yang utuh. Dengan demikian, untuk melakukan overclock, yang dapat ditingkatkan adalah bus clock, multiplier, atau keduanya. Jika yang dinaikkan multipliernya, maka CPU clock akan naik, tapi bus clock tetap.

AMD AthlonXP 2000+ (1666MHz=133MHz*12,5)Overclock 1: 133MHz*15=1995MHz.
Overclock 2: 166MHz*12=1992MHz.Kenapa overclock 2 mempunyai kinerja lebih baik dari overclock 1?

Untuk contoh di atas, pada AMD AthlonXP 2000+ (1666MHz real), jika multipliernya dinaikkan menjadi 20, maka CPU clock naik menjadi 2660MHz real. Tapi jika bus clock yang dinaikkan, otomatis CPU clock juga akan naik. Contohnya, Pentium 4 2,4GHz dengan bus clock 200MHz dan multiplier 12 bakal jadi Pentium 4 3GHz jika bus clock digenjot sampai 266MHz. Akan lebih baik jika yang dinaikkan adalah bus clocknya. Tapi alternatif yang kedua lebih sulit mengingat kemampuan periferal yang terhubung ke bus kemungkinan tidak mampu bekerja di atas clock standar. Jika CPU clock sudah mentok, sementara bus masih perkasa, turunkan saja multipliernya dan naikkan bus clock. Ini masih lebih baik dari alternatif pertama.

Persyaratan Hardware


Untuk overclock, yang menjadi perhatian utama adalah prosesor, motherboard, dan memori, karena ketiga komponen inilah yang nantinya akan menetapkan keterbatasan overclock. Pada prosesor dan motherboard, keterbatasannya adalah pada suhu kerja. Clock yang tinggi akan meningkatkan panas pada kedua komponen, dan pada taraf tertentu akan mengakibatkan komputer hang atau bahkan tidak mau membaca hard disk saat booting.Untuk prosesor, Intel adalah produsen prosesor yang mengharamkan overclock selain AMD yang mendukung penuh untuk urusan overclock. Untuk motherboard carilah motherboard dengan kualitas yang baik dan dapat mendukung beberapa macam bus clock serta multiplier. Selain itu, carilah motherboard yang memiliki dukungan untuk berbagai suplai tegangan CPU. Biasanya mulai 1,1 volt sampai dengan 2,3 volt dengan kenaikan per 0.025. Jika board tersebut mendukung suplai tegangan yang lebih tinggi dari 2.3 volt misalnya, ini lebih baik lagi, karena mungkin akan diperlukan untuk mensukseskan overclock dengan menaikkan suplai tegangan prosesor.Sampai saat ini (sampai tulisan ini dibuat pertama kali) motherboard yang memiliki spesifikasi seperti di atas adalah motherboard dengan chipset VIA dan N-Force2/N-Force3. Pada memori, bus clock yang tinggi kemungkinan tidak mampu diikuti oleh RAM. Peningkatan bus clock akan meningkatkan kecepatan baca dan tulis ke memori sehingga jika memori tidak mendukung, akan terjadi kegagalan proses baca dan tulis ke memori. Semakin cepat waktu akses (access time) suatu memori, akan semakin mendukung bus clock yang tinggi.

Sekarang adalah jamannya memori DDR yang mempunyai clock lebih tinggi dibandingkan memori generasi sebelumnya. Memori jenis DDR ada beberapa tipe. PC-1600 (133MHz), PC-2100 (266MHz), PC-2700 (333MHz), PC-3200 (400MHz), dan PC-4000 (500MHz) yang muncul belakangan ini.

Tentang Prosessor Intel


Sebelum generasi Pentium 2, kita dengan mudah bisa mengoverclock prosesor keluaran intel dengan cara menaikkan multiplier, Namun sejak munculnya Pentium 2, harapan untuk overclocking dengan cara memanipulasi multiplier musnah sudah karena sejak saat itu intel telah mengunci multiplier prosesor buatannya dan hingga kini belum ditemukan satu cara pun untuk membukanya kembali. Satu-satunya cara untuk mengoverclock prosesor intel adalah dengan cara menaikkan FSB. masalah akan timbul ketika kita dengan sembarangan menaikkan FSB begitu saja tanpa memperhatikan faktor lain.Lantas bagaimana kita bisa mengetahui prosesor yang baik untuk dioverclock? Untuk prosesor Intel pilihlah yang mempunyai clock speed terendah didalam setiap variannya. Mengapa? … Begini, core prosesor dibuat di dalam satu tempat yang disebut wafer. Dari sebuah wafer dapat dibuat ratusan core prosesor. Prosesor intel ber-FSB 800MHz mulai 2,4GHz, 2,8GHz dan 3GHz dibuat dalam satu wafer. Lho… mengapa kecepatannya berbeda? Kualitas prosesor terbaik adalah yang tercetak pada bagian tengah wafer, semakin kepinggir kualitasnya semakin menurun. Karena alasan kestabilan prosesor yang tidak lulus uji kecepatan 3GHz, akan diuji pada kecepatan 2,8GHz. Jika masih tidak lulus uji maka diturunkan ke 2,4GHz. Umumnya pada kecepatan ini prosesor mampu bekerja dengan baik. Karena alasan itulah maka bisa jadi prosesor 2,4GHz yang sekarang beredar bisa digeber pada kecepatan 3GHz dengan melakukan beberapa manipulasi. Misalnya menaikkan tegangan inti (V core).Memori Untuk Overclocking


Dalam memilih memori gunakan yang frekuensi kerjanya diatas Bus maksimal motherboard. sebagai contoh jika anda memakai motherboard ber-FSB 333MHz, maka pakailah memori dengan Bus 400MHz atau di atasnya. Ini untuk menjaga panas berlebih yang ditimbulkan akibat terjadinya kenaikan FSB. Selain itu pilihlah memori yang memang ditujukan untuk overclock karena pada keadaan standar memori jenis ini sudah dalam keadaan agresif. Secara fisik memori jenis ini mempunyai selubung berupa alumunium yang berfungsi menyerap panas seperti pada heatsink prosesor.

Dalam banyak praktek overclocking pada prosessor AMD timing memori sangat berpengaruh pada hasil akhir, contohnya memori dengan timing ketat dan mampu berjalan pada bus yang tinggi akan mempunyai hasil kinerja benchmark yang lebih baik.

Tidak tertutup kemungkinan untuk memakai memori yang berkecepatan sama dengan bus motherboard dengan syarat motherboard yang dipakai memiliki fitur CPU FSB/DRAM ratio seperti tampak pada halaman 3 gambar tengah sebelah kanan. Ini berfungsi supaya antara FSB prosesor dan frekuensi memory dapat bekerja secara asynchronous. Jelasnya begini, Katakanlah sekarang anda memakai memori DDR 400 yang berarti bekerja pada frekuensi 200MHz. Saat ini anda menaikkan FSB prosesor sebesar 205MHz, berarti secara tidak langsung anda telah menaikkan frekuensi memori menjadi 205MHz yang akhirnya menghasilkan frekuensi efektif sebesar 410MHz. Modus yang seperti di atas disebut Synchronous. Nah disinilah faktor motherboard sebagai komponen vital teruji karena tidak semua motherboard mempunyai fitur tersebut.

Sebagai contoh, andaikan anda memakai DDR PC-3200 dan dioperasikan dengan mode 5:4, maka akan didapat 200MHz * 5/4 = 250. Mode ini bila dijalankan pada prosesor intel 2,4C maka akan terjadi nilai overclock : 12 * 250MHz = 3GHz. Sedangkan memori akan tetap bekerja pada frekuensi 200MHz (DDR 400) alias modus Asynchronous.

Langkah Demi Langkah


Nah inilah saatnya kita bermain-main. Sebelum mulai, siapkan dulu manual dan benda-benda yang menggambarkan konfigurasi motherboard, prosesor, dan RAM, karena banyak keterangan yang nantinya akan kita cari di situ. Bagaimana jika buku manual hilang atau tidak disertakan oleh penjualnya ketika Anda membeli? Jangan khawatir, dengan trik tertentu dan sedikit keberuntungan, mungkin kita bisa mendapatkan keterangan tentang hardware kita. Keberuntungan itu sangat tergantung dari merek motherboard yang Anda beli.Untuk memulainya, pastikan sistem anda dalam keadaan standar dan anda telah melakukan optimalisasi windows. Untuk memastikan bahwa sistem dalam keadaan standar anda bisa menggunakan Sisoftware Sandra, AIDA 32, atau EVEREST untuk mengecek seluruh setingan yang berkaitan dengan frekuensi kerja sistem PC. Bila perlu jalankan dulu 3DMark2001 sekali saja untuk mengetes kestabilan awal lalu catat skornya. Pastikan juga anda telah paham betul dengan karakteristik hardware yang akan di overclock.Restart PC anda, masuk ke BIOS cari fitur untuk pengaturan FSB dan multiplier. Pastikan Frekuensi AGP/PCI = 66MHz/33MHz dengan mengaktifkan opsi AGP divider (jika ada) atau PCI lock agar frekuensi AGP/PCI tidak turut terpengaruh dengan naiknya FSB. Biasanya motherboard keluaran terbaru sudah menyertakan fitur PCI lock ini.Mengapa? sebab jika AGP/PCI ikut naik bisa dipastikansistem akan berjalan tidak stabil. Seperti kita tahu hardisk adalah salah satu komponen yang terhubung ke port IDE, dan IDE termasuk komponen PCI yang dikontrol oleh chipset south bridge yang frekuensinya turut naik jika ada kenaikan FSB. Apa akibatnya jika frekuensi kerja IDE mengalami kenaikan? yang jelas akan terjadi gangguan pada platter harddisk sehingga data menjadi korup. Dengan alasan inilah maka kita harus menjaga supaya AGP/PCI tetap pada keadaan standar.

Langkah selanjutnya naikkan dulu FSB per 1MHz, lalu simpan perubahan di BIOS. Langkah pertama ini biasanya sukses. Jika windows berjalan lancar restart kembali PC anda dan masuk ke BIOS lalu ulangi lagi langkah diatas sampai mendapatkan keadaan dimana PC masih bisa booting tetapi sudah tidak bisa masuk windows. Sampai disini ada beberapa kemungkinan mengapa tidak bisa masuk windows.

  • Kemungkinan pertama kekurangan tegangan dan daya dari power suplai, gantilah dengan power suplai terbaik adalah yang mempunyai power output 500 Watt. simulasikan kebutuhan power dengan KOC2 Power Suplai Kalkulator
  • Kemungkinan kedua prosesor anda memang sudah tidak mampu lagi dioverclock.
  • Kemungkinan ketiga Kualitas motherboard yang memang bukan untuk keperluan overclock.

Bagaimana jika ketiga kemungkinan di atas sudah terpenuhi? artinya semua sudah memenuhi syarat. Berarti anda harus menurunkan multiplier. Coba turunkan 0.5 point kemudian restart lagi. Jika ini pun masih hang, ulangi langkah di atas sampai bisa masuk windows. Sampai disini sukses. Semudah itukah? Ya memang!!! Tapi jangan senang dulu…Anda harus melakukan prosesi yang bagi kalangan overclocker populer dengan sebutan Benchmark.

Jika komputer mau menyala beberapa lama lalu kemudian hang, kemungkinan besar disebabkan oleh panas prosesor yang berlebih. Jika ini yang terjadi, coba buka casing komputer anda, dan tunggu beberapa menit. Kemudian nyalakan lagi komputer. Jika beberapa saat kemudian, dengan selang waktu yang sama dengan sebelumnya, komputer mengalami hang lagi, artinya memang prosesor keok. Selain itu, ada kalanya hang juga disebabkan sinyal clock pada CPU menjadi kabur. Artinya, batasan antara logika 0 dan 1 pada sinyal clock menjadi tidak jelas (dalam komputer, sinyal-sinyal direpresentasikan sebagai biner dengan 0 dan 1). Untuk mengatasi hal ini, coba naikkan tegangan kerja prosesor. Ada kalanya pada keadaan terparah komputer tidak mau booting maka langkah yang harus anda ambil adalah membuka kesing komputer dan mencari jumper reset bios kemudian mereset bios (lihat manual motherboard tapi biasanya jumper ini terletak disekitar baterai bios).

Pengujian


Pengujian yang dilakukan ada dua tahap. Tahap pertama, pengujian terhadap kekuatan prosesor dan komponen lainnya. Jika semua komponen mampu melewati Power On Self Test (POST) dan tidak mengalami hang setelah dinyalakan selama 2 jam, misalnya, uji lagi dengan menjalankan beberapa macam aplikasi. Semakin banyak resource yang digunakan aplikasi, akan semakin baik Lalu, ukur kemampuannya menggunakan software-software benchmarking.Yang sering digunakan biasanya Sisoftware Sandra, 3DMark2001/3DMark03, SysMark 2000/2001/2002, dan Prime95.Jika pengujian berhasil, SELAMAT! Anda telah berhasil melakukan overclock. Jika Anda seorang yang kreatif dan pemberani, Anda dapat mencoba konfigurasi yang lain untuk menentukan konfigurasi yang paling optimal. Benchmark 3DMark2001 pada setting 1024*768 16 bit, pada prinsipnya untuk menguji ketahanan prosesor. Untuk menguji performansi input/output sistem, digunakan pengujian Sysmark 2002, yang akan menjalankan aplikasi MS Word, Excel, Powerpoint, Adobe, dan Corel. Pengujian kestabilan dilakukan dengan demo 3DMark2001 1280*1024 32bit selama 1 jam. Catat skornya, bandingkan dengan skor sebelum di overclock.Untuk menguji kestabilan, komputer hasil overclock anda harus diuji menggunakan software Prime95, suatu freeware yang terkenal di kalangan overclocker untuk menguji kestabilan prosesor. Software ini melakukan perhitungan matematika yang kompleks, sehingga penggunaan prosesor optimal sampai 100%. Perbedaannya dengan software benchmark lain seperti 3DMark2001, jika prosesor mengalami kegagalan, Prime95 otomatis akan fail. Sedangkan pada 3DMark2001, software tetap jalan, namun ada bintikbintik cacat pada tampilannya. Memang, di kalangan overclocker, Prime95 adalah standar keberhasilan.

Mengoverclock VGA Card


Sama seperti prosesor,meng-overclock sebuah kartu grafis, sesuai istilahnya, adalah membuat clock pada kartu grafis bekerja melebihi dari spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. Umumnya, overclock kartu grafis dilakukan dengan menaikkan clock dari core (chip VGA-nya) maupun dengan menaikkan clock dari memori yang digunakan. Kombinasi paling baik adalah dengan menaikkan clock dari kedua komponen tersebut, baik core chip yang digunakan maupun memori.Pada kartu grafis yang memiliki keterbatasan utama pada bandwidth memori, menaikkan clock memori akan memberikan peningkatan lebih signifikan dibandingkan dengan menaikkan clock dari core saja. GeForce2 MX dan variannya adalah kartu grafis yang termasuk dalam jenis yang memiliki bottleneck pada memori. Secara umum meng-overclock memori GeForce2 MX akan memberikan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan meng-overclock chip nVidianya sendiri. Kartu grafis tipe yang lain, masing-masing memiliki sifat yang berbeda-beda, tergantung dari arsitektur yang digunakan.Cara Meng-overclock
Untuk melakukan overclock kartu grafis ini, cara yang paling umum adalah melalui software/program yang memang dirancang untuk itu, seperti ATI-Tool, RivaTuner, Rage3DTweak, dan PowerStrip. Seringkali driver yang disertakan bersama kartu grafis telah memiliki fasilitas untuk overclock. Dengan memanfaatkan fasilitas bawaan seperti ini maupun program yang dirancang khusus untuk overclock kartu grafis, Anda dapat menaikkan nilai clock dari core maupun memori hingga mencapai nilai maksimal yang masih dapat diterima dengan baik oleh kartu grafis Anda. Tentu saja, prosedur peningkatannya dilakukan secara perlahan-lahan.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah kestabilan dan tampilan dari kartu grafis Anda. Apabila kestabilan telah terganggu maupun gambar yang dihasilkan sudah mulai memiliki artefak yang tidak diinginkan, sebaiknya clock dari core maupun dari memori diturunkan. Pemaksaan nilai clock yang berlebihan dapat merusak kartu grafis secara permanen.

Overclock sendiri biasanya akan mengakibatkan suhu dari kartu grafis menjadi lebih panas dibandingkan dengan kondisi ketika tidak dioverclock. Hal ini dapat menurunkan umur dari kartu grafis itu sendiri. Untuk menambah kestabilan dan membuang panas yang berlebihan, dapat digunakan kipas maupun heatsink tambahan pada kartu grafis yang bersangkutan. Penggantian kipas maupun heatsink yang lama dengan yang lebih bertenaga dan besar dapat juga dilakukan. Penggunaan heatsink dan kipas ini juga bisa diterapkan pada chip memori, tidak terbatas pada chip VGA-nya saja. Sirkulasi udara pada casing juga sebaiknya diperhatikan, kelancaran aliran udara akan membantu perpindahan panas yang terjadi.

Di samping melalui program yang dirancang khusus untuk overclock, overclock ini juga dapat dilakukan melalui BIOS. Overclock melalui BIOS ini biasanya dilakukan dengan mengganti BIOS dari kartu grafis yang digunakan dengan BIOS dari pihak ketiga yang memang dirancang dengan clock yang lebih tinggi. Overclock dengan cara seperti ini tidak terlampau sering dilakukan, berhubung BIOS dari pihak ketiga yang memiliki kriteria seperti yang diinginkan cukup jarang tersedia.

Overclock juga bisa dilakukan melalui BIOS pada mainboard (tidak semua jenis mainboard), khususnya yang memiliki pilihan multiplier untuk bus AGP terhadap Front Side Bus (FSB) yang dapat dipilih secara manual, umumnya 1:2 dan 2:3. Untuk mainboard yang tidak memiliki pilihan seperti ini, mengoverclock bus AGP akan mengoverclock sistem secara keseluruhan. Dengan pilihan 1:2 dan 2:3, Anda bisa meng-overclock bus AGP Anda, hanya saja secara ekstrem.

Sebagai gambaran untuk sistem dengan FSB sebesar 133MHz, multiplier yang digunakan secara default adalah 1:2 sehingga bus AGP adalah 66MHz. Bila multiplier diubah secara manual menjadi 2:3 maka bus AGP akan memiliki clock sebesar 88,67MHz. Tergantung dari kartu grafis yang digunakan, konfigurasi ini bisa saja dapat diterima dengan baik, meskipun bisa juga kestabilan menjadi terganggu atau bahkan sistem tidak mau dinyalakan sama sekali. Satu hal yang harus diingat adalah, konfigurasi seperti ini dapat merusak kartu grafis Anda secara permanen. Risiko dari teknik overclock seperti ini adalah besar, jadi sebaiknya Anda tidak mencobanya kecuali Anda benar-benar mengetahui bahwa kartu grafis Anda dapat menerima konfigurasi clock AGP seperti ini.

Menstabilkan Kartu Grafis Hasil Overclock
Salah satu kawan sejati dari clock yang lebih tinggi adalah panas. Untuk mengatasinya diperlukan pembuangan panas yang baik. Ini bisa diperoleh dengan memasang kipas maupun heatsink tambahan, ataupun mengganti kipas dan heatsink yang lama dengan yang lebih baik lagi. Sirkulasi udara di dalam casing juga harus diperhatikan. Di samping melalui teknik pembuangan panas yang lebih baik seperti telah disebutkan, kestabilan juga dapat diperbaiki dengan menurunkan modus transfer AGP yang digunakan dari 4x ke yang lebih rendah, terutama untuk overclock dengan meningkatkan clock dari bus AGP.

Kestabilan juga kadangkala dipengaruhi oleh driver yang digunakan maupun fitur yang diaktifkan. Ada baiknya driver yang digunakan adalah yang terbaru dan fitur yang digunakan juga fitur-fitur yang standar saja. Keberuntungan juga berperan dalam hal overclock ini. Keberuntungan yang dimaksud di sini berhubungan dengan kualitas dari kartu grafis yang dimiliki. Meskipun kartu grafis yang digunakan adalah sama (misalnya sama-sama GeForce3), batas maksimum dari clock yang dapat diterima oleh masing-masing kartu grafis tidak sama, bisa saja ada yang mencapai 250MHz untuk core-nya, namun ada juga yang hanya hingga 240MHz saja.

Bila Anda ingin menaikkan kinerja kartu grafis Anda secara murah, overclock bisa Anda coba. Hal yang penting sekali untuk diingat adalah risiko dari overclock ini, jangan sampai Anda harus membeli kartu grafis yang baru.

Sebagai catatan akhir, dalam setiap kiat mengoverclock, risiko tetap saja menjadi tanggungan Anda. Dan sebagaimana komentar overclocker pada umumnya, semua hasil yang diberikan dalam overclocking sangat tergantung dari bahan-bahan yang Anda miliki.

Tool (software) pendukung


Anda bisa menggunakan beberapa software bantu dibawah ini yang berkaitan dengan artikel ini.

sumber : http://www.koc2.com

tips silahkan kunjungi forum2 Overcloacking untuk belajar lebih lanjut!


Aksi

Information

14 responses

31 07 2007
nandar_faiz

hemmmmmmmmmmmm,
Ngga deh……bacanya pusing, pa lagi nyobanya,
Takut ah, akan resiko nya,
Tapi infonya cukup bagus n berarti buat ku

31 07 2007
nandar_faiz

Oya untuk download wav 2005, situsnya apa

31 07 2007
suprie

Capedeeeeeh….puanjaaaaang banget…tp okey.

31 07 2007
nico

panjang bgt, tak kira ni tulisan aslimu yu, lumayan bisa jadi buku. hehe

1 08 2007
wahyu

Weks…. lha ngentosss kalo nulis ndiri! hehehehe

1 08 2007
suprie

thanks komentarnya ….jadi ada temennya yang kecil heheheh…

19 08 2007
dicky

om kalo notebook axioo seri vl 724 itu udah support vga card lom yah? mohon pencerahanya di kirim ke email saya dyt_muach@yahoo.co.id

4 09 2007
joker

klo perlu disertai gambar

6 10 2007
DANA

mas aku mau tanya,
aku punya komputer dengan spesifikasi berikut
processor AMD athlon XP
memory DDR 256 visipro
vga pci 8 mb
harddisk barracuda seagate 40 gb
pertanyaan saya, gimana caranya di overclock agar kacepatannya seprti dual core?
dan tolong gimana cara overclocknya?
talong di jelaskan se detail mungkin.
dan tolonmg di balas ke e-mail ku

6 10 2007
Wahyu

ya ntar aku kirim ke email mu ok

22 10 2007
sikoe

bikin pusing tp bagus

25 10 2007
agun

saya ingin mengetahui lebihb dalam mengenai cara kerja hardware,cara kerja driver,perhitungan kerja pc seperti kerja ram dan proccesor juga mengenai overclock,disini sudah cukup bagus tentang penjelasannya tetapi saya ingin tahu lebih detail

10 01 2010
nita

baguz bgt kx……………………………………………………….

3 04 2011
aryui

Tidak ada manfaat yang dapat diperoleh dari underclock, maka dapat dipastikan tidak ada user yang melakukan underclock terhadap prosesor komputernya. <<< mohon dirubah mas , underclock juga berguna untuk mengirit biaya listrik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: