Perguruan Tinggi Idaman Ada Didalam Hati dan Pikiran Serta Tindakan

14 01 2010

Dalam sebuah perjalanan hidup seseorang, pastilah ingin merasakan indahnya  mengenyam bangku sekolah. Apalagi disaat sekarang ini yang notabene tingkatan pendidikan merupakan bagian dari sebuah proses karier menuju kesuksesan. Akan tetapi sangat ironis beberapa tahun belakangan  ini, banyaknya angka pengangguran di indonesia mencapai 9% di tahun 2009 bahkan pernah  sampai 22,7% ditahun 2008 dari jumlah total penduduk, dan lebih ironis nya lagi kebanyakan dari angka pengangguran itu berpendidikan sarjana. Hal ini cukup memprihatikan dan signifikan dimana seorang sarjana lebih susah mencari kerja ketimbang tamatan SMK/SLTA terutama kekecewaan perusahaan terhadap lulusan IT akhir-akhir ini mengenai kualitas SDM yang merosot tajam seperti dikutip detik.com.

” Mengapa dan kenapa? “

Mungkin kata-kata tersebut yang tergiang di benak kita saat ini. Sebuah persoalan klasik dari tahun ketahun.  Disini saya akan mencoba menarik beberapa hal yang menyebabkan besarnya angka pengangguran tersebut yaitu pengalaman dan keterampilan. Pendidikan tinggi tanpa pengalaman adalah suatu bayangan semu, begitu juga dengan pendidikan tanpa keterampilan juga merupakan kabut penghias kalbu. Kenapa dua hal tersebut sangat penting, jelas dan banyak faktanya bahkan bisa di sebut sebagai rahasia umum bahwa pengalaman dan keterampilan nilai nya lebih, di bandingkan pendidikan tinggi semata.

Cara mendapatkan kedua hal itu adalah dalam proses ketika kita mulai memasuki bangku kuliah dimana kita harus cermat memilih suatu Universitas yang dapat memaksimalkan potensi diri kita. Lalu bagaimana menentukan Universitas yang layak bagi pendidikan kita kelak? Apakah harus dengan masuk perguruan tinggi favorite? Ataukah dengan memasuki perguruan tinggi terbaik? Jawaban pribadi saya adalah tidak. Karena menurut saya suatu kesuksesan sebuah seseorang bukan di tentukan oleh  lulusan atau alumni sebuah Universitas, namum karena kerja keras serta pengalaman dan keterampilan individu orang tersebut. saya rasa tidak perlu saya jelaskan contoh-contohnya, sangat banyak di luar sana orang yang sukses dari lulusan Universitas tidak terkenal dan sebaliknya banyak juga pengangguran dari lulusan Universitas favorite.

Universitas hanyalah sebuah jembatan dimana kita belajar serta sekaligus meraih pengalaman dan keterampilan, namun kebanyakan Universitas hanya dipergunakan oleh mahasiswa sebagai media belajar tanpa mengasah pengalaman dan keterampilan. Sebagai pembanding saya mencoba membandingkan salah satu Universitas favorite di Indonesia di Yogyakarta dengan Universitas Islam Indonesia sebagai kampus saya. Seorang sumber mengakatan kepada saya (orangnya masih hidup dan bernafas sampai saat saya menulis artikel ini)

“di sana dosen nya enak sekali lho, dosenku pertemuan pertama lembar presensi diperbolehkan ditandatangani  full, kemudian tidak harus masuk (karena presensi sudah full sampe UAS) asalkan masuk ujian dan bisa mengerjakan pasti dapat nilai A”

Sungguh enak bukan? sangat berbeda dengan Universitas Islam Indonesia, dimana anda mau pintar, anda mau smart anda mau kaya akan tetapi kehadiran presensi kurang dari 75% maximal hanya mendapatkan nilai C. Memang sunggu berat, jauh-jauh ke kampus dan harus bangun pagi untuk kuliah. Namun coba lihat beberapa keuntungan dari menghadiri setiap bagian perkuliahan.

  • Memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri lewat interaksi dengan beberapa teman dan dosen pengajar.
  • Menambah dan mengembangkan jaringan sosial karena suatu saat hal tersebut dapat berguna  saat berinteraksi dengan orang lain atau kolega di dunia kerja.
  • Dapat mendiskusikan persoalan-persoalan belajar maupun persoalan di luar pelajaran supaya cenderung tidak bersifat autis dan bersifat terbuka.

Kemudian bandingkan apa yang didapat dengan kepintaran akan tetapi tidak pernah kuliah? Hanyalah nilai semata, kemudian ketika masuk di dunia kerja tidak memiliki kenalan link kerja dan tidak  pandai mencari kolega dalam bursa kerja. Kalo seperti itu bukankah lebih baik beli ijazah saja 15 – 20 juta langsung jadi dari pada kuliah lama-lama dan buang-buang waktu? Tapi janganlah seperti itu sia-sia hidup kita dan sama saja dengan menghianati diri sendiri dengan tidak percaya dengan kemampuan diri kita sendiri.

Mungkin yang disebut Perguruan Tinggi  Idaman ada di dalam hati dan pikiran serta tindakan masing-masing individu, bukan karena belajar di Perguruan Tinggi Favorit Indonesia ataupun Perguruan Tinggi Terbaik lantas kita pasti sukses dan mudah mencari kerja. Oleh karena itu marilah kita berusaha dan bekerja keras dalam belajar dan beribadah serta tidak pernah lupa berdoa supaya kita menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa , agama dan dunia Amien Ya Robal Allamin.

Ditulis Dalam Rangka Mengikuti Lomba Blog UII


Aksi

Information

8 responses

14 01 2010
satrio

artkel yang bagus yu,
menanggapi tentang presensi dan nilai, menurut saya setiap universitas mempunyai kebijakan sendiri didalam kampusnya, masih ingat kan kuliah e-gov dari pak Fathul?

“kebijakan dalam suatu daerah yang sudah sukses, ketika diadopsi oleh suatu daerah lain belum tentu cocok dengan daerah yang mengadopsi tersebut”

menurut saya kasus tersebut mirip, begitu pula dengan kebijakan kampus, yang pastinya sudah memikirkan matang-matang dari berbagai sudut pandang, faktor-faktor & pengalaman, karena setiap kampus pasti kondisinya berbeda-beda, sehingga tidak bisa langsung untuk diterapkan.

14 01 2010
Wahyu

iya juga, tapi kan kondisi masyarakat secara universal bukan individu . kalo secara individu mungkin belum bisa di terapkan e-goverment nya ..kalo ada pun juga 1000 : 1

14 01 2010
sarjoni

selamat berjuang mas..

14 01 2010
Wahyu

walah..ikutan juga to?

14 01 2010
bambang

aku oleh melu?

15 01 2010
Wahyu

oleh lah…bebassssssssss

2 05 2010
Ismail Agung

serem juga kutipannya.

klo boleh curhat, justru saya memaksimalkan potensi bukan dari kampus. dunia luar lah yang memberikan saya kesempatan untuk berkembang.

soalnya kalo di kampus malah jadi mahasiswa KuPu-Kupu alias kuliah pulang kuliah pulang…

26 06 2012
numz

wih mantap ulasannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: