Perguruan Tinggi Idaman Dengan Semangat Perjuangan Berlandaskan Akhlaq dan Iman

16 01 2010

Artikel ini di tulis dalam rangka mengikuti Lomba Blog UII

Dunia tidak akan pernah berhenti dan dunia tidak akan pernah menunggu. Kejar dan raihlah dunia semampumu sebelum berakhir waktumu.

Begitulah kira-kira kalimat mutiara yang saya dengar sekilas di Metro TV. Rasanya kita semua sangat setuju dengan kalimat tersebut, sebuah kalimat yang berusaha memotivasi diri kita semua supaya tidak mengendurkan semangat dalam berjuang hidup.  Namun kenyataannya sangat berbeda dalam kondisi era globalisasi saat ini,  dimana sebagian masyarakat mulai mengendur semangat juangnya dalam hidup, terutama dalam hal mencari ilmu, sungguh penghianatan yang teramat besar kepada para leluhur pendahulu kita yang sudah mengorbankan segenap jiwa dan raga untuk generasi penerus bangsa Indonesia ini.

Sedikit cerita yang saya dapatkan dari beberapa sesepuh yang bersekolah pada sekitar tahun 1930 – 1970 an :

  • Dulu mbah itu kalo mau sekolah harus ngumpet-ngumpet dari penjajah belanda nak, kalo ketauan sekolah nanti bisa di penjara dan dituduh sebagai pemberontak. Makanya sekarang kamu sekolah yang rajin, kan jaman sekarang sekolah sudah tidak perlu ngumpet-ngumpet segala.
  • Kalo Ayah sekolah, brangkat dari rumah harus jam 4 pagi kalo tidak nanti terlambat sekolah, karena harus berjalan kaki sekitar 19 Km dari rumah ke sekolah, tapi ayah dan teman-teman tidak pernah mengeluh karena hal tersebut harus dilakukan supaya kami tidak putus sekolah
  • Dulu kalo sekolah selalu bawa obor minyak karena brangkatnya pagi-pagi sekali dan masih gelap,  tidak punya sepatu bahkan sandal juga tidak, kami harus melewati sungai serta areal persawahan dengan bertelanjang kaki.

Tetapi nampaknya perjuangan-perjuangan hidup kaum sesepuh dan leluhur kita kurang dihargai akhir-akhir ini, dilihat dari berbagai golongan remaja yang mulai semrawut tingkat pergaulan dan kenakalannya.

  • Mulai dari pembentukan gank-gank yang tidak jelas yang akan mengakibatkan tawuran antar sekolah SLTP/SLTA bahkan Universitas seperti gank Nero di jawa timur atau gank Motor di jawa barat  yang cukup membuat kita gempar di tahun 2007.
  • Mengkonsumsi narkotika dan obat-obat terlarang yang dapat menimbulkan ketidaksadaran dan kecanduan bahkan mengancam jiwa si pemakai.
  • Tindakan aneh-aneh seperti ALAY, yang mengedentifikasikan dirinya dengan berbicara cadel dan kebarat-baratan serta dengan penulisan kata-kata yang aneh seperti ” met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah… xixiixi” bahkan ada yang sangat parah sekali sampai membuat pembacanya menjadi pusing “6u33E B1nGun6 54m4h 3L0333 k0q b15A 51HhH n63Rt11I p3L4jr4n 1tU..4JArin gu3e3 d0n66 B31bhh!!! “ cukup pusing bukan membacanya?,  tapi saya rasa mungkin hal ini masih wajar-wajar saja, sejauh dia tidak mengerjakan tugas maupun ujian dengan bahasa seperti itu.
  • ABG hedonis yang sering menghamburkan uang di tempat hiburan malam dengan teman-teman sebayanya sampai pagi, uang mereka biasanya dihamburkan untuk membeli minuman keras atau bahasa kerennya disebut open bottle, hal itu dilakukan hanya untuk keliatan keren dimata lawan jenisnya, padahal mereka itu kebanyakan masih minta uang kepada orang tua bahkan tidak sedikit yang kehabisan uang lalu menipu orang tua dengan dalih pembayaran SPP.

Kaget mungkin ketika kita merasa atau pernah melakukan hal-hal yang saya sebutkan di atas, bahkan penulis pun merasa pernah menjadi seperti yang disebutkan diatas, tetapi tidak masalah karena lebih baik menjadi mantan preman dari pada menjadi mantan orang baik

Kenakalan-kenalakan remaja tersebut diatas mudah sekali dijumpai diberbagai sekolah bahkan perguruan tinggi di indonesia, mulai dari Perguruan Tinggi Favorit Indonesia, Perguruan Tinggi Terbaik  sampai perguruan tinggi yang tidak begitu di kenal di mata masyarakat. Lalu yang seperti apa Perguruan Tinggi Idaman yang dapat menjauhkan kita dari masalah kenalakan remaja itu?

Mungkin sangat sulit untuk mencari perguruan tinggi idaman yang dapat menjauhkan kita dari kenalan remaja tersebut. Kemudian Ketika terjadi kenakalan remaja siapa yang harus disalahkan individunya atau perguruan tingginya? Sekilas kita akan memberikan jawaban bahwa yang bersalah adalah individunya, namun tunggu dulu bagaimana kinerja perguruan tinggi tersebut terhadap proteksi kepada mahasiswanya dalam rangka menekan angka kenakalan mahasiswa tersebut.

Disini saya ambil contoh beberapa Universitas di Yogyakarta dengan Tempat hiburan malam sebagai pokok bahasan masalahnya.

  • Sales Promotion Girl bisa memasuki perguruan tinggi dengan menggunakan busana yang cukup sexy di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta sambil membagi-bagikan invitation atau tiket masuk free ke tempat hiburan malam.
  • Entertaintment tempat hiburan malam memang hebat, mereka menjebak para mahasiswa dengan menyelengarakan acara University Party dimana ketika menunjukan Kartu Tanda Mahasiswa maka bisa masuk secara gratis dan mendapat discount 50% untuk semua order.
  • Membuat suatu acara band battle antar perguruan tinggi atau resident DJ di tempat hiburan malam. biasanya manajemen memasang spanduk yang berisikan ajakan menghadiri acara di tempat hiburan malam di sekitar perguruan tinggi dan wilayah-wilayah strategis di perguruan tinggi bahkan ada yang memasang di gerbang masuk sebuah perguruan tinggi.

Setelah membaca Point-point yang saya kemukakan mungkin anda cukup bingung mau menyalahkan individunya atau menyalahkan kebijakan  perguruan tingginya. Kenapa bisa,  SPG berkeliaran di dalam area perguruan tinggi dengan membagi-bagikan tiket masuk bahkan sampai pihak perguruan tinggi memperbolehkan pemasangan spanduk ataupun pamflet di areal perguruan tinggi.

Sangat berbeda sekali dengan Universitas Islam Indonesia sebagai perguruan tinggi penulis, bukan bermaksud promosi atau membanggakan perguruan tinggi penulis, namun di lihat dari tindakan kebijakan perguruan tinggi yang sangat memproteksi adanya pengaruh buruk di kalangan mahasiswa, mulai dari :

  • Larangan Berbusana membuka aurat di lingkungan kampus Dengan dilakukannya peraturan GNKAI (Gerakan Membina Kampus Islami), dengan adanya peraturan ini otomatis SPG sudah ter-forbideen dari lingkungan Universitas Islam Indonesia.
  • Adanya pendidikan Orientasi Nilai Dasar Islam dan Baca Tulis Al-Quran yang setidaknya memberikan nilai religius dikalangan mahasiswa ketika akan melakukan hal-hal yang bersifat maksiat.
  • Peraturan yang melarang adanya iklan rokok atau kegiatan mahasiswa yang di sponsori oleh rokok maupun minuman keras, otomatis menjawab bahwa iklan tempat hiburan malam yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Indonesia sudah tidak dapat dilaksanakan, rokok saja tidak bisa apalagi tempat hiburan malam.

Point-Point di atas rasanya cukup mewakili dan menjawab bahwa Universitas Islam Indonesia ingin melawan segala bentuk kemaksiatan dari hiburan malam di kalangan mahasiswanya, maaf bukan bermaksud membangga-banggakan perguruan tinggi dimana menjadi tempat saya belajar namun ini fakta dan tidak terbantahkan karena saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri di beberapa perguruan tinggi ajakan untuk datang ke dunia malam begitu enaknya disebarluaskan. Bahkan image sebagai kampus penuh hedonisme dan kemewahan malah cukup di gandrungi mahasiswa jaman sekarang sebagai perguruan tinggi favorite mereka, kemudian perguruan tinggi seperti Universitas Islam Indonesia pun di sebut katrok, norak dan kolot. Bahkan kuliah puh dijadikan simbol saja sebagai indentitas bahwa sudah lepas dari orang tua dan sudah bebas melakukan apa saja, malam foya-foya kemudian pulang pagi dan tertidur lelap sampai melupakan pendidikannya di perguruan tinggi mereka. apakah itu perguruan tinggi idaman mereka, tempat dimana mereka bisa leluasa dan bersenang-senang melakukan kemaksiatan.

Kenapa begitu berbeda pemikiran sebagian mahasiswa jaman sekarang tidak kah mereka menghormati para leluhur yang telah memperjuangkan diri demi kelangsungan generasi penerus bangsa, tidak menatapkah mereka kebelakang bagaimana perjuangan pendahulu kita demi inginnya sekolah sampai menempuh perjalanan berkilo-kilometer jauhnya tanpa menggunakan alas kaki.

Sebagai Orang tua dan calon mahasiswa nampaknya kita harus lebih jeli dalam memilih perguruan tinggi yang akan digunakan sebagai media pembelajaran putra-putrinya maupun diri sendiri, dimana kita harus mengetahui karakteristik suatu perguruan tinggi bukan hanya akademiknya melainkan nilai religiusnya, untuk apa kuliah diperguruan tinggi yang pendidikan akademiknya bagus akan tetapi miskin akan pendidikan agama dan akhlaq serta iman. Mungkin perguruan tinggi yang menanamkan pembelajaran serta pendidikan berlandaskan agama dan akhlaq serta iman itulah yang pantas di sebut perguruan tinggi idaman.

“… ujud Sekolah Tinggi Islam ialah membentuk ulama’ yang berpengetahuan dalam berpendidikan luas serta mempunyai semangat dinamis. Hanya ulama’ yang seperti itulah yang bisa menjadi pendidikan yang sebenarnya dalam masyarakat. Di Sekolah Tinggi Islam itu akan bertemu agama dengan ilmu dalam suasana kerjasama yang membimbing masyarakat ke dalam kesejahteraan.” (UII, 1994)

Pidato Dr. Moh. Hatta pada Pembukaan Sekolah Tinggi Islam
setelah dipindahkan ke Yogyakarta pada 10 April 1946 Perguruan Tinggi

Referensi

http://metrotvnews.com . http://youtube.comhttp://google.com . UII (1994). Setengah Abad UII: Sejarah Perkembangan Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta: UII.  Laskar pelangi (2007) .

Kita tumbuh laksana tunas pohon kecil yang
mengeluarkan dedaunannya dan ketika kuncupnya menyembul…
Bersama itu pula timbul hasrat dihatimu untuk mencari pasangan hidup,
teman berbagi suka dan duka di alam tempat kita mengembara ini

Cinta merupakan karunia Ilahi, hadirnya tanpa diundang,
tanpa kita rencanakan,tanpa kita kehendaki atau kita inginkan,
tiba-tiba kita sadari ia kuat tertanam laksana akar pohon yang kuat
masuk tertanam didalam tanah…..


Aksi

Information

14 responses

17 01 2010
andrifiriansyah

keren…lanjut mo

17 01 2010
Altesa Yunistira

mantap mo…!!! aq setuju klo penulis juga pernah melakukan hal2 di atas yg di sebutkan…wakkakaka

29 01 2010
satrio

smoga sukses yu..

11 02 2010
darmantomuat

safari blog…

assalamu’alaikum…

keren…!!!!

16 02 2010
file not found

keren dab….!

16 02 2010
software burning

wah..mangstab isinya:thumbup:

semoga berhasil dab

anak jogja mendukungmu:beer:

16 02 2010
ThePetarung

mantaff bro…. :recsel

mari dukung kampus perjuangan berlandaskan akhlaq dan iman

21 02 2010
percil

prikiew…cip2 cemangat cyankk wkkwkw

11 04 2010
saidiblogger

mantap artikelnya mas. komentar di perguruan tinggi idaman saya ya..

26 04 2010
Team Ronggolawe

Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^
Salam dari teamronggolawe.com

18 07 2010
Bambang Exa Putra

wah Iki mesti go lomba po?
ahahhaha

7 07 2011
Lichan Pyhu

semoga sukses,idonesia yess

24 06 2012
Rikianta Pinem

Mantap gan, jujur saya sebagai salah satu mahasiswa disalah satu universitas swasta di Yogyakarta sangat mendukung jika universitas saya merealisasikan hal-hal tersebut juga. But comeback “From me and me again”

Keep share. Thanks.

22 07 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: